Posted on Juli 16, 2008 by PANGERAN ompiq
Sungguh rumit mengikuti gonjang-ganjingnya masalah kelistrikan di Negara kita ini. Sumber daya alam yang sedemikian melimpah ternyata tidak mampu untuk mencukupi kebutuhan listrik. Hingga PLN terpaksa melakukan pemadaman bergilir, walaupun menuai protes dari berbagai pihak. Yang jelas kondisi tersebut membuat saya harus berkali-kali bertandang ke kantor PLN Area Jaringan Pelayanan Surakarta.
Namun ada hal yang menarik [...]
DIarsipkan di bawah: publika | 4 Komentar »
Posted on Mei 9, 2008 by PANGERAN ompiq
Pernahkah anda merasa sedih karena ditakdirkan untuk hidup di Indonesia? Setiap kali kita direcoki semangat untuk bangga bartanah air, teringat pula laju perkembangan negara lain yang jauh lebih pesat daripada kemajuan bangsa kita. Tidak bisa dipungkiri, kemajuan suatu bangsa sangat tergantung pada siapa yang memimpin. Celakanya, beberapa pemimpin kita justru memberikan anjuran yang justru membuat [...]
DIarsipkan di bawah: publika | 6 Komentar »
Posted on Mei 1, 2008 by PANGERAN ompiq
Pagi-pagi membaca berita terkadang juga tidak baik. Apalagi jika berita banyak yang berkategori bad news. Khawatir, geram dan bete bercampur aduk jadi satu. Hasilnya, kerja pun juga jadi kurang produktifitasnya. Buat apa kerja keras? Toh lebih enak jadi orang miskin. Lhoh???
DIarsipkan di bawah: publika | Ditandai: ahmad rafiq, Majalah Saudagar, ompiq | 11 Komentar »
Posted on April 12, 2008 by PANGERAN ompiq
(dimuat di majalah saudagar)
Tidak mudah menemukan seorang budayawan yang serba bisa. Solo beruntung memiliki salah satunya. Seorang penari sekaligus pembatik, arkeolog, arsitek sekaligus kolektor benda seni. Dia adalah KRT Hardjonagoro.
DIarsipkan di bawah: publika | Ditandai: ahmad rafiq, Majalah Saudagar, ompiq | 4 Komentar »
Posted on Maret 1, 2008 by PANGERAN ompiq
(dimuat di majalah saudagar)
Beberapa waktu terakhir merupakan hari-hari buruk bagi para penggemar tempe dan tahu. Makanan rakyat tersebut kini bukan barang murah lagi. Di pasaran harga makanan padat gizi tersebut membubung tinggi. Atau jika harganya tidak naik, bentuknya berubah menjadi lebih kecil. Hal itu terjadi lantaran harga kedelai yang masih melambung hingga dua kali lipat. [...]
DIarsipkan di bawah: publika | 4 Komentar »
Posted on Februari 18, 2008 by PANGERAN ompiq
(dimuat di Majalah saudagar)
Sempitnya lapangan kerja di bidang formal membuat masyarakat perlu kreatif dalam mendapatkan penghidupan. Apalagi lembaga pendidikan masih terus menghasilkan output yang cukup besar. Semua bersaing dalam mencari pekerjaan. Pemerintah sepertinya masih belum mempunyai formula yang cukup ampuh untuk mengatasi pengangguran. Hal tersebut memberi kontribusi yang cukup besar dari besarnya angka kemiskinan di [...]
DIarsipkan di bawah: publika | Leave a Comment »
Posted on Februari 16, 2008 by PANGERAN ompiq
(Di muat di majalah saudagar)
Kota Jogja ingin membangun sebuah pasar seni dan cinderamata di bekas terminal Umbulharjo. Di harapkan, nafas UMKM akan semakin kencang. Namun karena dana yang kurang, ada wacana mereka mengambil hutang luar negeri. Masih perlukah kita hutang?
DIarsipkan di bawah: publika | 1 Komentar »