Pendjara di hari bersedjarah

Tanggal 27 April merupakan hari bersejarah. Karena usia saya telah genap 29 tahun. Agak aneh penyebutannya, masalahnya angka 29 merupakan angka ganjil. Tapi akan lebih aneh lagi jika saya menyebut usia saya telah ganjil 29 tahun. Tidak usah lah saya menceritakan kado spesial yang saya dapat di hari ini. Hanya tragisnya, ketika mengunjungi blog teman saya di sini, ups…..tanggal tersebut merupakah hari Lembaga Pemasyarakatan. Gubraag!!!

konsep pemasyarakatan pertama kali digagas oleh Menteri Kehakiman Sahardjo pada tahun 1962, dimana disebutkan bahwa tugas jawatan kepenjaraan bukan hanya melaksanakan hukuman. Tugas yang jauh lebih berat adalah mengembalikan orang-orang yang dijatuhi pidana ke dalam masyarakat. Pada tahun 2005, jumlah penghuni LP di Indonesia mencapai 97.671 orang, lebih besar dari kapasitas hunian yang hanya untuk 68.141 orang.(wikipedia)

Baca selebihnya »

Kita pun Merampas Haknya

ayamBagi anda yang gemar bewisata kuliner, pantas kiranya anda mencoba kelezatan Ayam Goreng Tulang Lunak yang ada tepat di depan Taman Jurug Solo. Beberapa waktu yang lalu –dengan seorang sahabat—saya sempatkan bersantap di sana. Saya tidak tahu pasti jam berapa warung tenda tersebut buka, namun saya mampir ke sana sekitara habis maghrib.

Baca selebihnya »

Rambu yang Aneh

Bahasa iklan di media massa maupun reklame acapkali mendapatkan protes dari masyarakat. Khususnya iklan operator selaular. Sering bahasa yang digunakan dianggap menyesatkan. Berbagai apologi dikeluarkan oleh pihak pemasang iklan. Namun, pernahkah kita berpikir, bahwa terkadang rambu lalu lintas pun memiliki bahasa yang terkadang cukup aneh.

Baca selebihnya »

Semua novel kok best seller??

Beberapa waktu kemarin saya menyempatkan diri jalan-jalan ke toko buku di sebuah mall. Siang itu, saya ditemani oleh bidadariku. Tentu saja sehabis kami nonton film Drop Out yang cukup kocak di bioskop yang juga berada dalam mall tersebut.

Intinya kami ingin agak sedikit berserius dengan melihat-lihat buku terbaru yang ada. Namun ternyata di toko buku pun kami menemukan banyak lelucon yang membuat kami kehilangan feeling untuk berserius ria.

Baca selebihnya »

Kasihan kau Garengpung

garengpungSiang ini ada teman sekantor di majalah saudagar yogya Tanya. “Bunyi apa itu?” tanyanya ketika mendengar suara serangga yang cukup keras dan panjang.

Saya tertegun. Tumben ada suara itu di sini . Di desaku, serangga itu dinamakan garengpung. Aku belum pernah menemukan Bahasa Indonesia-nya. Ada yang bilang, dalam Bahasa Inggris Garengpung biasa disebut Cicada.

Baca selebihnya »

Pembatik ampyang kacang cina gula jawa

(dimuat di majalah saudagar)

Tidak mudah menemukan seorang budayawan yang serba bisa. Solo beruntung memiliki salah satunya. Seorang penari sekaligus pembatik, arkeolog, arsitek sekaligus kolektor benda seni. Dia adalah KRT Hardjonagoro.

Baca selebihnya »

Pemerintah Bakar Lumbung

Siapa yang tidak setuju pemerintah tegas memerangi film Fitna. Namun sayang, pemerintah terkesan bertindak hantam kromo. Beberapa situs seperti rapidshare, youtube bahkan multiply diblokir. Pengguna berteriak protes. Baca selebihnya »

Ketahanan Pangan atau Menahan Makan?

(dimuat di majalah saudagar)

Beberapa waktu terakhir merupakan hari-hari buruk bagi para penggemar tempe dan tahu. Makanan rakyat tersebut kini bukan barang murah lagi. Di pasaran harga makanan padat gizi tersebut membubung tinggi. Atau jika harganya tidak naik, bentuknya berubah menjadi lebih kecil. Hal itu terjadi lantaran harga kedelai yang masih melambung hingga dua kali lipat. Seperti di Yogya misalnya, kedelai yang dahulu seharga Rp 3.500 kini naik hingga mencapai Rp 7.500. Baca selebihnya »

Bagaimana Memilih Produk Asuransi?

Saat ini beragam produk asuransi ditawarkan ke masyarakat. Mungkin Anda kebingungan juga ketika hendak memilih produk asuransi, apalagi tawaran yang diberikan perusahaan asuransi begitu gencar dengan berbagai poin keunggulan. Baca selebihnya »

Menata Pasar Dengan Hati

(dimuat di Majalah saudagar)

Sempitnya lapangan kerja di bidang formal membuat masyarakat perlu kreatif dalam mendapatkan penghidupan. Apalagi lembaga pendidikan masih terus menghasilkan output yang cukup besar. Semua bersaing dalam mencari pekerjaan. Pemerintah sepertinya masih belum mempunyai formula yang cukup ampuh untuk mengatasi pengangguran. Hal tersebut memberi kontribusi yang cukup besar dari besarnya angka kemiskinan di Indonesia.

Baca selebihnya »