Kaki Banyak Tidak Bisa Lari

kaki seribu

foto kaki seribu

Suatu malam, sehabis pulang kerja, saya duduk santai di ruang tamu sembari menghirup kopi. Tidak lupa, daya menyalakan sebatang rokok. Bagi saya, mengopi tanpa merokok adalah sebuah siksaan.

Tiba-tiba, pandangan mata saya tertumbuk pada sebuah sosok kecil memanjang. Sosok tersebut bergerak pelan. Setelah saya lihat secara cermat, teryata benda itu adalah binatang kaki seribu. Di desa saya, hewan itu biasa disebut luwing.

Tanpa pernah berniat untuk membunuhnya, saya mencoba mendekatinya. Dia masih cuek berjala, seakan saya tidak berada di situ. Akhirnya, saya mengambil sebuah sapu untuk mengusirnya secara baik-baik.

Hanya dengan satu sentuhan sapu, binatang itu menyerah. Dia melingkarkan badannya, sembari diam tanpa gerak. Dengan mudah, saya menyapunya keluar dari rumah saya.

Setelah itu, baru terbersit pertanyaan di kepala saya. Konon, binatang itu memiliki kaki yang berjumlah seribu. Saya sendiri juga belum pernah menghitungnya, dan tidak ingin menghitungnya.

Logikanya, dengan dua kaki saja, manusia sudah bisa berlari cepat. Sedangkan anjing yang kakinya empat juga bisa berlari lebih cepat, sehingga sering mengejar manusia. Tapi kenapa makhluk yang katanya punya seribu kaki itu tidak bisa berlari?

(abu nida)

 

Karcis Parkir Misterius Bergentayangan

Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Surakarta menemukan dua karcis parkir di Solo yang menggunakan dasar penghitungan berbeda. Temuan itu didapatkan saat verifikasi lapangan atas banyaknya aduan dari masyarakat.

 

Wakil Ketua BPSK Surakarta, Bambang Ary Wibowo menunjukkan jika salah satu karcis menggunakan penghitungan per satu jam. Sedangkan karcis satunya menggunakan perhitungan per 12 jam. “Pemerintah mau menggunakan yang mana,” katanya mempertanyakan.

 

Temuan berupa dua karcis parkir tersebut menurutnya menunjukkan kesemerawutan dalam pengelolaan parkir. Dia mengaku belum tahu apakah karcis itu asli atau palsu. “Jika hingga akhir Februari tidak diperbaiki, kami akan membawa ke jalur hukum,” kata Bambang.

 

Dia menyebut, saat ini BPSK panen aduan dari masyarakat terkait tarif parkir. Rata-rata, masyarakat mengeluhkan ketidakjelasan tarif parkir yang berlaku sejak awal tahun ini. “Kami telah menerima 65 aduan,” katanya.

 

(laporan: Abu Nida)

Kereta Lebaran yang Manusiawi

Kereta api lebaran pada tahun ini memang terlihat lebih manusiawi dibanding tahun-tahun sebelumnya. Tidak terlihat adanya penumpang yang menumpuk layaknya ikan asin, termasuk di kereta api kelas ekonomi.

Baca lebih lanjut

Pelajaran dari Transjakarta

Karena alasan tugas, dengan terpaksa sejak Januari lalu saya hijrah ke Ibu Kota. Selama dua bulan di Jakarta, memang tidak banyak pengalaman yang saya dapat.

Jakarta, saya rasa, mirip-mirip dengan Solo. Bangunan megah memang banyak, tapi rumah kumuh jauh lebih banyak. Mobil mewah memang melimpah, namun juga harus berhimpitan dengan bajaj yang separuh bobotnya berasal dari dempul dan puluhan lapis cat ulang. Baca lebih lanjut

Wolak Walik Ing Jaman

Peraturan di Indonesia memang seringkali berganti. Peribahasa bilang, ganti menteri, ganti aturan. Masih mending jika aturan tersebut bersifat meneruskan atau menyempurnakan. Terkadang justru sebaliknya, seringkali aturan yang baru sangat bertolak belakang dengan aturan yang lama. Alhasil, rakyat kecil menjadi bingung. Ujung-ujungnya, sanksi membayangi mereka.

Baca lebih lanjut

kata-kata yang kudengar tiap hari

Mohon perhatian para pengguna jalan raya, perlu kami beritahukan sesuai dengan UU nomor 13 tahun 1992 tentang Perkeretaapian Indonesia, bahwa setiap pemakai jalan raya yang hendak melintasi jalan kereta api wajib mendahulukan lewatnya kereta api.

Palang pintu perlintasan bukan alat pengaman utama dan bukan merupakan rambu lalu lintas, tetapi hanyalah alat bantu untuk mengamankan perjalanan kereta api.

Untuk itu berhati-hatilah setiap akan melintasi perlintasan kereta api. Di lokasi lain masih banyak perlintasan yang tidak dijaga dan tidak berpintu, oleh sebab itu patuhilah rambu-rambu lalu lintas yang ada.

Dengan mematuhi peraturan lalu lintas berarti Anda telah berusaha menyelamatkan diri sendiri, keluarga, dan rekan-rekan Anda dari bahaya kecelakaan.

Hingga saat ini, telah banyak korban meninggal sia-sia karena kelalaian dan ketidakdisiplinan ketika melewati perlintasan kereta api.

Terima kasih atas kedisiplinan Anda dalam berlalu lintas. Semoga selamat sampai tujuan.

Listrik…..oh..Listrik

Sungguh rumit mengikuti gonjang-ganjingnya masalah kelistrikan di Negara kita ini. Sumber daya alam yang sedemikian melimpah ternyata tidak mampu untuk mencukupi kebutuhan listrik. Hingga PLN terpaksa melakukan pemadaman bergilir, walaupun menuai protes dari berbagai pihak. Yang jelas kondisi tersebut membuat saya harus berkali-kali bertandang ke kantor PLN Area Jaringan Pelayanan Surakarta.

Namun ada hal yang menarik yang ditemui di kantor sebuah BUMN tersebut. Biasanya seorang produsen berharap agar dagangannya laris manis. Namun PLN tidak. Dirinya gencar mengkampanyekan gerakan hemat listrik. Kalau bisa pelanggan membeli listrik sesedikit mungkin. Untuk yang biasa bergerak di dunia marketing tentu akan terheran-heran dengan ajakan ini.

Yang cukup membuat salut adalah begitu konsekuennya kantor PLN ini. Memasuki lorong-lorong kantor PLN, kita akan menemui suasana remang-remang. Ruangan di mana tidak ada orang, lampu dimatikan. Ruangan pun agak gerah, karena pemakaian mesin pendingin ruangan tidak dihidupkan secara maksimal. Mereka tidak sekadar mengajak, tapi telah mempraktekannya lebih awal.

Silahkan anda lewat ke kantor yang berada di Jalan Slamet Riyadi tersebut pada malam hari. Tidak ada sebuah lampu pun yang menyala, selain lampu di pos Satuan Pengamanan (Satpam) dan dip agar untuk penerangan jalan. Dibalik tudingan ketidakbecusan menangani listrik di negeri ini, ternyata PLN tetap menunjukkan sikap yang konsekuen.