Kasihan kau Garengpung

garengpungSiang ini ada teman sekantor di majalah saudagar yogya Tanya. “Bunyi apa itu?” tanyanya ketika mendengar suara serangga yang cukup keras dan panjang.

Saya tertegun. Tumben ada suara itu di sini . Di desaku, serangga itu dinamakan garengpung. Aku belum pernah menemukan Bahasa Indonesia-nya. Ada yang bilang, dalam Bahasa Inggris Garengpung biasa disebut Cicada.

Bagi orang kota, kesempatan mendengarkan jerit serangga ini sangat langka. Beruntung, belakang kantorku merupakan sebuah kebun dengan pohon-pohon yang rimbun. Kalau pagi, saya biasa mendengarkan kicauan berbagai macam burung, dari kutilang, prenjak, ciblek hingga derkuku dan jalak. Semuanya terbang bebas! Suasana yang sulit untuk dijumpai di kota sebesar Yogya ini. Apalagi garengpung.

Almarhum Bapak dulu pernah cerita, bahwa bila garengpung berbunyi, maka pertanda akan datang musim kemarau. Penduduk desa biasa memanfaatkannya untuk menentukan pola pertanian. Istilahnya pranotomongso. Binatang memang mempunyai insting yang kuat. Sejak dahulu garengpung tidak pernah salam memberi tanda.

Namun, beberapa tahun ini saya merasa kasihan dengan garengpung. Reputasia akurasi instingnya terancam hancur. Binatang serangga ini telah mulai bernyanyi menggesekkan dawai sayapnya sejak beberapa bulan yang lalu. Nyatanya, hujan masih terus-menerus mengguyur.

Banyak petani kini menyangsikan kemampuan garengpung. Bukan hanya menyangsikan, namun kadang juga menyalahkan. bahkan mengumpat. “Garengpung goblok,” demikian kira-kira.

Kasihan. Garengpung tidak kuasa menyalahkan iklim yang tidak menentu.

Dia hanya menjalankan tugas.

Meramaikan bumi dengan suara sayapnya.

Iklan

4 Tanggapan

  1. whehehehe…
    Garengpung yang di sekitar kantor njenengan bisa jadi mungkin memang sudah kehilangan instingnya membaca iklim. Mungkin karena sudah bermigrasi ke kota, tak sulit mencari tempat ajeb-ajeb, ataupun tempat buat nongkrong yang lainnya. Banyak godaan buat garengpung, sehingga laku prihatin-nya kurang.. instingnya jadi tidak akurat lagi. Namanya pun mungkin sekarang bukan lagi garengpung, tapi gareng punk.. hehe
    o iya, ada yang bilang nama dlm bahasa indonesianya tongtong ret. ga tau bener apa ga.. mungkin sudah berganti juga menjadi tony red.. alah waton..

  2. Gareng Punk.. benar.. mungkin dia sudah bingung ya mas.. Besok mereka semua pada RESIGN dari Gareng Punk dan akhirnya buka Lowongan

    Dicari:

    Pawang Hujan dengan intuisi alam bagus

    Posisi:

    Garenk Punk

  3. mungkin garengpungnya sedang males mas

  4. Thanks mas Infonya..!! Kalo di Daerah saya, Buton Sulawesi Tenggara, Serangga ini Kami Sebut “Kacin-ciria”…!! ^_^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: