Kita pun Merampas Haknya

ayamBagi anda yang gemar bewisata kuliner, pantas kiranya anda mencoba kelezatan Ayam Goreng Tulang Lunak yang ada tepat di depan Taman Jurug Solo. Beberapa waktu yang lalu –dengan seorang sahabat—saya sempatkan bersantap di sana. Saya tidak tahu pasti jam berapa warung tenda tersebut buka, namun saya mampir ke sana sekitara habis maghrib.

Tapi memang saya tidak ingin menceritakan tentang warung tersebut. Sepertinya warung seenak itu juga tidak perlu diiklankan. Toh juga sudah cukup ramai.

Setelah makan, kami menikmati es lemon tea dengan ditemani dengan sebungkus rokok. Lagi enak-enaknya ngobrol, lewatlah seekor kucing.

“Manis tuh kucing,” kataku pada sahabatku. Dia pun mengiyakan. Timbul rasa kasihanku. Kucing tersebut cantik, namun sepertinya kurus kering kurang terawat.

“Dasar..pasti yang punya tidak berperikehewanan,” umpatku. Sekali lagi, temanku mengiyakan kata-kataku.

Timbul niat baikku untuk memberikan sedikit rejeki kepada sang kucing. Aku lirik piring bekas makanku. Kosong!! Piring punya temanku pun juga kosong. Dengan sedikit mengintip, ternyata di piring punya pengunjung lain pun juga kosong. Tidak ada seonggok tulang pun yang tersisa. Astaga!

Baru kuingat. Judul warungnya saja Ayam Goreng Tulang Lunak..

Nyuwun pangapuro Gustiii….! Kami telah merampas haknya…..

Iklan

3 Tanggapan

  1. Hmmm…hmmm…PERTAMAX neh

    Meong…meong…om Pik pelit…medhit….
    masak tulangpun diembat abis….gak nyisa sama sekali. Keks..keks..

    Sayang saya dah gak bisa lagi makan Daging hewan mas, sejak kejadian Pebruari lalu. Tiba-tiba saja ada perasaan enggan mengkonsumsi Daging…..

    Ah…..andai saja aku yang berada dalam posisi jadi Ayam itu….Hari-hariku penuh dengan KETAKUTAN akan KERAKUSAN dan KEBENGISAN manusia yang hanya karena urusan perut sampai tega-teganya MEMBUNUH sesama makhluk…

    Ah….Kabuuuuuuuuuuuuuuurrrr….
    Keburu ditendang om Pik….haks..haks..

    Salam kenal mas

  2. ha..ha..ha..
    kalo tulangnya ndak dimakan, buat apa beli ayam tulang lunak?
    akhirnya dengan egois saya bilang “Kucingnya yang salah nongkrong tuh!”
    slam kenal juga….

    –gigiku pun adalah tulang–

  3. Aih..jadi sedih dengernya..kacian tuh kucing. Untung warung ayam goreng lunak langgananku gak ada kucingnya..hehehe jadi bisa makan sambil habis tulangnya. Tuh kucing suruh nongkrong depan rumahku aja soalnya dirumahku sama mama kucing gak boleh dikasih tulang. Ke 15 kucing dirumah + kucing tetangga yang gak pasti jumlahnya kalo lagi bertamu selalu dikasih makan nasi+ikan yang banyak oleh Mama. 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: