Miskin itu enak

Pagi-pagi membaca berita terkadang juga tidak baik. Apalagi jika berita banyak yang berkategori bad news. Khawatir, geram dan bete bercampur aduk jadi satu. Hasilnya, kerja pun juga jadi kurang produktifitasnya. Buat apa kerja keras? Toh lebih enak jadi orang miskin. Lhoh???

Membaca berita di sini, badan sudah mulai panas dingin. Pemerintah (katanya) berencana untuk mengurangi subsidi BBM. Pengurangan subsidi bagi mereka adalah kenaikan harga bagi kita.

Sebagai orang yang banyak bekerja di lapangan, tentunya kita merasakan betul dampak kenaikan harga BBM ini nanti. Sedangkan penyesuaian tunjangan transportasi dari perusahaan pasti akan terlambat. Berarti harus siap mengurangi anggaran untuk bersenang-senang.

Saya pikir-pikir, hidup pas-pasan memang sangat susah. Mendingan jadi orang kaya. Kalau tidak bisa kaya, jadi orang miskin saja sekalian. Orang kaya jelas tidak perlu mikir budget buat beli bensin. Bahkan, negara memberikan subsidi yang lebih banyak untuk bahan bakar mobil mewah mereka yang boros.

Jadi orang miskin saat ini juga sangat nyaman. Memang sih, mereka tidak bisa bermimpi untuk bisa bersenang-senang. Namun mereka juga tidak perlu mikir membeli bensin, membayar SPP, ongkos rumah sakit dan sebagainya. Fasilitas dari pemerintah untuk mereka cukup banyak. Dari RasKin, Bantuan Langsung Tunai, gratis sekolah, gratis berobat, gratis tabung gas, dan gratis gratis gratis lainnya.

Akhirnya, saya menyesali karena menjadi orang yang sedang-sedang saja. Beras harus beli sendiri. Kalau sakit, terpaksa harus sikut sana sikut sini buat ongkos berobat. Untuk makan juga dengan usaha sendiri, meskipun kian hari porsi semakin mengecil. Saya tidak tahu, haruskan saya bersyukur karena tidak miskin.

Gusti….paringono sabar!

Iklan

11 Tanggapan

  1. iya…serba pas-pasan tu tanggung
    butuh subsidi tapi gak katut yang dapet subsidi

    kalo saya sih maunya kaya aja sekalian
    biar bisa bantuin yang lum kaya
    hihihi 😀

  2. betuuul… mending kaya… bisa membantu yang kurang kaya apalagi yang miskin

    *kalo inget :p

  3. @Wennyaulia: sekarang terbalik. Orang miskin bayar pajak, eh…yang menikmati fasilitas malah yang kaya. Misal subsidi BBM, jalan tol, dll

    @Natazya: Mendingan jadi orang miskin. DI bantu yang kaya sih,hehehe….

  4. … yang kaya makin kaya yang miskin makin miskin…. yg nanggung2 lagunya… yang sedang-sedang saja …

    selera lagunya mencerminkan kaya atau miskinnya 🙂

  5. apapun alasannya orang miskin tetap nggak enak lah…> ini korbannya langsung yang bicara, jadi valid dong..heheheheeee 🙂

  6. Ah sampeyan itu hidup kok bertuhan sama materi. Mbok bertuhan itu sama Yang Bikin Hidup, mau susah mau miskin tetap paling cukup.

    Cukup bagiku Allah….

  7. @bumisegoro: Berarti jangan sampai seneng sama lagu Dalam Tembok Derita yah?
    @Hilmah: Lumayan lah, miskin tapi masih bisa bikin blog…
    yang penting ngga miskin ide dan kreatifitas.
    @Bocah Cilik:Yang menciptakan materi juga Tuhan sih…

  8. Kaya atau miskin itu kan pilihan tho om….
    Tinggal kita ngeliat and menyikapinya wae….

  9. DUH GUSTI PANGERAN DIPONEGORO….!!!!!

    kukira kita bukan orang yang pas-pasan.

    bagaimana kalo’ kita namakan “Proletar” saja???

    Qa…Qa??

  10. memang yang paling repot itu yang termasuk kelas menengah, kaya engga, miskin juga engga.
    Mendingan jadi kaya saja.

  11. Menjadi miskin itu bukan akhir segalanya, yang penting pandai-pandailah bersyukur

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: