Profesi???

Pada suatu hari, saya diajak oleh mantan boss saya untuk nJagong di Magelang. Saya sebut mantan boss bukan karena dia turun jabatan, tapi karena dia sekarang menjadi boss orang lain di sebuah media cetak. Dengan ditemani oleh istri dan putrinya yang masih kelas 1 SD, meluncurlah kami ke kota seribu salak ini. Obrolan-obrolan ringan menemani perjalanan kami. Tidak banyak yang saya ingat. Namun salah satu yang membuat saya terkesan, adalah celoteh si kecil yang menolak bercita-cita sebagi dokter.

Saya sudah tidak ingat lagi, apa cita-cita saya pada waktu seusianya. Atau mungkin memang saya sama sekali tidak punya cita-cita. Wajar, jika hari ini saya akhirnya hanya menjadi buruh kecil di perusahaan tempat saya mencari kesibukan.

Beruntunglah si kecil itu, yang sejak SD telah mempunyai cita-cita sebagai guru. Bahkan ibunya harus tersenyum simpul ketika cita-cita dokter yang ditawarkannya ditolak mentah-mentah oleh si kecil. Mungkin Si Kecil sadar, bahwa untuk menjadi dokter membutuhkan biaya yang sangat besar. Menurut penuturan saudara saya yang juga seorang dokter, dirinya terpaksa memupus harapannya untuk menjadi seorang dokter spesialis kandungan karena harus menyiapkan biaya pendidikan sekitar Rp 800 juta. Sepertinya Sang Putri paham –bukan bermaksud merendahkan– biaya sebesar itu pasti sulit terjangkau oleh kedua orang tuanya yang sama-sama berprofesi sebagai jurnalis. Dia juga tidak tergiur dengan iming-iming orang tuanya yang mengatakan bahwa jadi dokter bisa kaya.

Akhirnya, sang orang tua mengalah membiarkan putrinya bermimpi memiliki profesi yang mulia tersebut. Untung, mereka tidak menawarkan cita-cita sebagaimana profesi orang tuanya. Get your dreams girl…

Iklan

9 Tanggapan

  1. terima kasih infonya 😀
    tukeran link dong?

    link anda sudah saya pasang tuh [ompiq]

  2. 800 juta, itu campur daun Pisang gak yah om Pik..??
    Biyuh–biyuh…jangan-jangan program KEMITRAAN neh kok mahal banget.

    Masak saya harus nunggu 800 tahun untuk bisa kumpulin duit sebanyak itu…??. Mungkinkah…???
    Ahhhhg….

    Ngeloyor…..memberikan pengertian kepada anak-anak

    800 tahun udah gondrong dong!![ompiq]

  3. Itu mungkin yang jadi sebab kenapa biaya berobat jadi mahal ya? wong untuk bisa jadi dokter juga muaaaahal gitu..

    mendingan mas. Jadi pasien lebih mahal lagi [ompiq]

  4. tersendatnya kreatifitas anak bangsa dan mendapatkan kader terbaik sering terjadi diakibatkan mahalnya biaya pendidikan…

    bagaimana anak cucu kita nanti ya……

    Jadi dukun aja kali ya [ompiq]

  5. Kalau asumsi pertama mengeluarkan biaya sekolah supaya kaya, maka ketika bekerja hal pertama yang dicari adalah balik modal..
    biasanya loh ya………

    kebalik…bukan sekolah supaya kaya
    tapi kaya biar bisa sekolah [ompiq]

  6. 800 juta itu berapa lagi yak untuk 1 milyar? mending kalau ada 800 juta gunakan buat modal usaha. betul….?

    Betul bos..usaha buka praktek [ompiq]

  7. makanya kalo ke dokter mahal
    wong sekolahnya jugak mahal 😆

    balik modalnya lama

    palagi sekarang jumlah dokter buanyak beut :mrgreen:

    Paling enak jadi dokter jiwa. Orang depresi kian banyak..
    BBM juga mo naik [ompiq]

  8. Dokter udah mahal msh ada aja yang malpraktek, si putri bikin pilihan cerdas………..

    kalo guru tidak ada istilah malngajar…..[ompiq]

  9. ompiq…jadi dokter bukan cuma mahal, tapi juga susyah sekolahnya.enakan jadi guru, gaji gede, sekolah murah dan gampang, he..he…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: