Bantuan Cempe Tunai (BCT)

Dari judulnya pasti sudah pada tahu bahwa saya ingin ikut urun rembug masalah Bantuan Langsung Tunai yang akan diberikan oleh pemerintah sebagai kompensasi kenaikan harga BBM. Hanya saja bagi yang belum familiar dengan Bahasa Jawa mungkin tidak tahu apa yang dimaksud dengan cempe. Ya, cempe adalah anak kambing.


Apa hubungan antara cempe dengan BLT? Sekadar tahu, harga cempe dipasaran sebenarnya kurang dari Rp 300 ribu. Jadi daripada pemerintah memberikan uang tunai yang pastinya akan habis dalam tempo beberapa hari, lebih baik menyalurkan cempe gratis untuk masyarakat miskin. Cempe memiliki fungsi invesment yang cukup feasible. Harganya dipastikan akan naik sesuai umur yang bertambah. Tentu saja dipilihkan cempe yang betina agar bisa beranak pinak.
Bagi penduduk di perkotaan, jangan khawatir cempe tersebut akan kekurangan pangan. Banyak perumahan mewah dan kantor pemerintah yang mempunyai taman. Rumputnya lumayan segar. Bisa untuk memberi makan sang cempe. Bahkan jika memang mereka sudah tidak sanggup membeli beras karena harga-harga naik, diversifikasi pangan mulai harus dipikirkan. Rumput hijau mustinya juga memiliki kandungan gizi tertentu. Perlu masukan dari para ahli gizi. Tak punya waktu untuk memelihara cempe karena sibuk? Saya kira tidak mungkin, sebab jika memang benar-benar sibuk, mereka tidak mungkin semiskin itu.
Bagi masyarakat miskin di perkotaan yang tidak memiliki kandang, saatnya mengoptimalisasi kerjasama. Patungan membuat kandang dengan tetangga merupakan suatu keharusan. Pemerintah kelurahan wajib memfasilitasi pembuatan kandang.
Kenapa harus cempe? Bukannya ayam atau bebek? Alasan pertama, tentu saja lantaran hewan itu yang mendadak melintas di benak saya. Yang kedua, penyingkatannya pun juga cukup menarik dan menggambarkan perilaku pemerintah kita. Jika BLT merupakan singkatan dari mBuLeT, BCT pun bisa merupakan singkatan dari mBaC*T….
Tentu banyak cempe yang dibutuhkan untuk keperluan ini. Jadi, ini saatnya pemerintah mulai menghamili kambing-kambing betina yang ada, agar tersedia banyak cempe untuk disalurkan.

Keterangan
1. tanda ‘*’ anggap saja huruf ‘O’
2. Maklum jika tulisan agak kasar. Tulisan dibuat dalam keadaan frustasi dan depresi
3. Gambar dicuri dari sini

Iklan

8 Tanggapan

  1. bagus juga tuh ide…jadi bisa kelihatan BLT tersalur apa ndak…kalau uangkan bisa langsung tilep…
    kalau cempe….mmmm tak rasa bisa juga ya…potong ditengah jalan dagingnya dijual ke restoran,…….
    BLT…BLT….tersalur betul apa endaklah itu nanti

    kalaupun dipungli paling juga ‘srinthil’nya, buat pupuk tanaman anthurium para pejabat kelurahan..[ompiq]

  2. Agak repot juga sebenarnya, habis musim kemarau hampir tiba. Terus rumput bakalan ‘agak’ langka juga. Jangan-jangan yang dapat bantuan orang kaya lagi ? Habis yang punya rumput segar tinggal yang kaya (maksudnya yang ditaman itu)

    Kalau perlu, cempe-nya diajak hidup prihatin juga,seperti yang punya…[ompiq]

  3. Agak OOT, karena saudagar Ompiq masuk ke ranah MimbarSaputro.wordpress.com maka seyogyanya saya membalas kunjungannya. Kembali ke Laptop soal pertanyaan barang yangtertinggal di sumur explorasi, ya nggaklah yauw pasalnya sekennya saja dicari-cari lho kayak HP saja. Makasih sekali lagi atas kunjungannya semoga sampai ditujuan dengan selamet.

    waduh, Selamet ngga ikut jalan-jalan jew…[ompiq]

  4. Ide yang bagus tuh, kalo pemerintah cuma ngasih ‘ikan’nya melulu ya ngga akan mengatasi masalah, yang kere ya tetep saja akan selalu kere.

    *kira-kira saya akan kebagian cempe ngga ya? 😀

    srinthil cempe juga tetap berguna kok…[ompiq]

  5. Lha kalo cempenya malah bawa penyakit macem antrax gitu kan yg repot pemrentah juga.

    eh…sekali-kali ga papa dong…selama ini pemerintah kan udah ngerepotin…[ompiq]

  6. “Jadi, ini saatnya pemerintah mulai menghamili kambing-kambing betina yang ada..”

    —> itu maksudnya pejabat pemerintah atau kambingnya pemerintah?

    ckakakaka….

    ahh…anda kok memperhatikan yang itu siiih….[ompiq]

  7. Walah…
    Klu ngomongin CEMPE, jadi inget warung lesehan Gule ” TERPEDO CEMPE ” di Jl. Bayangkara Solo om Pik.

    Rasane tu loooo…kenyol-kenyol…kinyil-kinyil…

    Nyodorin kupon…nunggu bantuan Cempe

  8. bisa juga BCT itu Bikin Cempe Tering eh maksudnya Bikin Tempe Kering buat dijual. Alias dana Bantuan Langsung Telas (BLT) dialokasikan untuk membuat warung makan tempe kering. hehe jayuusss

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: