Wolak Walik Ing Jaman

Peraturan di Indonesia memang seringkali berganti. Peribahasa bilang, ganti menteri, ganti aturan. Masih mending jika aturan tersebut bersifat meneruskan atau menyempurnakan. Terkadang justru sebaliknya, seringkali aturan yang baru sangat bertolak belakang dengan aturan yang lama. Alhasil, rakyat kecil menjadi bingung. Ujung-ujungnya, sanksi membayangi mereka.

Seperti Undang-Undang tentang Lalu lintas misalnya. Ketika UU no 14/1992 muncul, terdapat aturan baru yang mulai dikenal oleh masyarakat. Yaitu, belok kiri jalan terus. Artinya, ketika belum ada rambu tambahan –belok kiri ikuti lampu misalnya—berarti pengendara mobil atau motor yang belok kiri ridak boleh berhenti.

Perlu waktu cukup lama untuk mensosialiasikan aturan tersebut. Bahkan hingga sepuluh tahun pun, masih banyak pengendara kendaraan yang udik, dengan asyik berhenti pada lajur kiri ketika berada di traffic light. Namun peraturan tersebut sebenarnya cukup cerdas, karena bisa menghindari kemacetan jalan. Lagi pula, belok kiri jalan terus pada umumnya memang tidak beresiko.

Sedangkan aturan baru di UU nomor 22/2009 memang cukup mengagetkan. Aturan baru tersebut mengatur bahwa pengguna jalan yang ingin belok kiri harus mengikuti lampu, selama tidak ada rambu lain yang memperbolehkan untuk jalan terus. Sangat bertolak belakang dengan aturan sebelumnya.

Aturan tersebut memang terlihat tidak mengikuti perkembangan zaman. Ketika kepadatan lalu lintas semakin menjadi, seharusnya penumpukan kendaraan di traffic light semakin dikurangi. Namun entah kenapa, peraturan baru tersebut justru kembali lagi seperti jaman dokar dan pedati masih menjadi penguasa jalanan.

Seperti halnya aturan lain, undang-undang tersebut minim sosialisasi. Masyarakat yang belum tahu pun dianggap sudah tahu, dan dapat menerima sanksi jika melanggar. Priiiiiit…………………..!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: