Kereta Lebaran yang Manusiawi

Kereta api lebaran pada tahun ini memang terlihat lebih manusiawi dibanding tahun-tahun sebelumnya. Tidak terlihat adanya penumpang yang menumpuk layaknya ikan asin, termasuk di kereta api kelas ekonomi.

Sepertinya, manajemen PT KA memang tengah berbenah dalam penyelenggaraan pengangkutan manusia. Mereka betul-betul membatasi jumlah penumpang yang naik. Walaupun, tentu saja ada banyak pemudik yang tidak bisa diangkut.

Bagaimanapun, kebijakan ini pantas diapresiasi. Kebijakan tersebut sangat memanusiakan penumpang di hari kemenangan. Petugas kereta api juga tidak memiliki kesempatan untuk menerima ‘salam tempel’ dari penumpang, lantaran semua yang naik adalah penumpang bertiket.

Di stasiun, petugas berupaya penuh untuk menyusup orang-orang tidak bertiket menyusup naik kereta. Bahkan, area peron benar-benar disterilisasi dari orang-orang tanpa tiket. Pengantar dan penjemput tidak boleh masuk peron.

Jika budaya ini dilanjutkan, barang kali mirip-mirip kiamat bagi para kondektur yang biasa tidak jujur. Termasuk, para penumpang yang biasa memberi ‘salam tempel’ kepada petugas. Yang pasti, penumpang yang tertib membeli tiket akan jauh lebih nyaman dalam melakukan perjalanan.

(Abu Nida)

Iklan

Satu Tanggapan

  1. mantap broooooooo emang naik kerete sangat tidak enak…..bau berhimpitttan dan susah tidurr karena takut ada copet.. seandainya hal tersbut tidak ada naik kereta pasti sangat menyenangkan…..salam kenal brooooo good artikel

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: