Karcis Parkir Misterius Bergentayangan

Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Surakarta menemukan dua karcis parkir di Solo yang menggunakan dasar penghitungan berbeda. Temuan itu didapatkan saat verifikasi lapangan atas banyaknya aduan dari masyarakat.

 

Wakil Ketua BPSK Surakarta, Bambang Ary Wibowo menunjukkan jika salah satu karcis menggunakan penghitungan per satu jam. Sedangkan karcis satunya menggunakan perhitungan per 12 jam. “Pemerintah mau menggunakan yang mana,” katanya mempertanyakan.

 

Temuan berupa dua karcis parkir tersebut menurutnya menunjukkan kesemerawutan dalam pengelolaan parkir. Dia mengaku belum tahu apakah karcis itu asli atau palsu. “Jika hingga akhir Februari tidak diperbaiki, kami akan membawa ke jalur hukum,” kata Bambang.

 

Dia menyebut, saat ini BPSK panen aduan dari masyarakat terkait tarif parkir. Rata-rata, masyarakat mengeluhkan ketidakjelasan tarif parkir yang berlaku sejak awal tahun ini. “Kami telah menerima 65 aduan,” katanya.

 

(laporan: Abu Nida)

Wolak Walik Ing Jaman

Peraturan di Indonesia memang seringkali berganti. Peribahasa bilang, ganti menteri, ganti aturan. Masih mending jika aturan tersebut bersifat meneruskan atau menyempurnakan. Terkadang justru sebaliknya, seringkali aturan yang baru sangat bertolak belakang dengan aturan yang lama. Alhasil, rakyat kecil menjadi bingung. Ujung-ujungnya, sanksi membayangi mereka.

Baca lebih lanjut

Bantuan Cempe Tunai (BCT)

Dari judulnya pasti sudah pada tahu bahwa saya ingin ikut urun rembug masalah Bantuan Langsung Tunai yang akan diberikan oleh pemerintah sebagai kompensasi kenaikan harga BBM. Hanya saja bagi yang belum familiar dengan Bahasa Jawa mungkin tidak tahu apa yang dimaksud dengan cempe. Ya, cempe adalah anak kambing.

Baca lebih lanjut